Surat Cinta Buat Mujahidku
Mujahidku, apa kabar?
Semoga saat ini engkau baik-baik saja
Penatku, penatmu saat ini semoga tetap di jalanNya
Semoga mendung ini kau nikmati juga
Supaya kau merasa sejuk
Setelah seharian bercampur debu
Mujahidku,
Aku rindu dalam rindu-rindu tentang takdir kita
Semoga saat ini Penghulu kita menjagamu
Melindungimu di jalanan yang terik
Atau di lautan yang berdebur
Atau …
Bahkan di musim yang berbeda?
Aku tak pernah tahu
Namun tahukah kau?
Aku selalu yakin akan skenarioNya
Mujahidku,
Semoga saat ini Dia menjaga hatimu
Mata, pendengaran, jiwamu
Semuamu, untukku!
Pun aku, semoga DIA membantuku
Untuk menjaga kehormatanku, jiwaku, jasadku
Semuaku, untukmu!
KarenaNya semata
Mujahidku,
Tahukah kau?
Saat ini aku berdo’a untuk keselamatanmu
Semoga saat ini engkau masih teguh
Di jalan yang IA bentangkan untukmu
Mujahidku,
Saat penat-penat pikir dan jasad begitu menggila
Saat kumparan-kumparan dakwah ini
Mengajak kita berputar bersamanya
Sungguh, aku hanya berharap DIA ridha
Atas apa yang aku dan engkau lakukan
Meskipun engkau entah di mana
Mujahidku,
Entah engkau di mana
Aku tak hendak melukis jasadmu
Aku tak hendak mereka-reka, menebak-nebak tentangmu
Sebab mujahidku, tahukah kau?
Aku mencintaimu sebelum mata ini memandang
Sebelum telinga ini mendengar
Sebelum hal-hal fisik merusak semua ketulusanku
Atas siapa pun kau!
Dan aku ingin menjaganya tetap begitu SEDERHANA
Ah, mujahidku…
Semoga kau lantunkan do’a yang sama pada Pemilik kita
Sebab takdirku dan takdirmu ada di genggamanNya
Dan kita tidak akan pernah tahu
Mujahidku,
Dalam sujud-sujud panjangku, aku merayuNya
Menyelipkan do’a semoga aku pantas mendampingimu
Entah siapa pun kau, di mana saat ini adamu
Namun …
Ada hormat
Ada rindu
Kepercayaan
Yang memberiku selaksa energi kasih
Mujahidku,
Sungguh aku hanya ingin menjaga diriku, jiwaku
Mempersiapkannya
Menempanya
Agar suatu saat DIA berkendak
Dan membuatkan skenario tentang kita
Aku telah siap mendampingimu
Dan kita akan tapaki jalan dakwah yang kita pilih serta cintai
Hingga hanya Allah muara akhir semua cinta
Diary Pengantin Rabi’ah Al-Adawiyah

puisinya bagus yak…ngopy dari KSC tuh…hehe…
Sidak neh…
Cantumin http://www.kotasantri.com dong! Heuheu..
uda kok mbah…..itu kan uda ada..”Diary Pengantin Rabiāah Al-Adawiyah”…itu kan sumber yg lebih valid…weeeee
yup2 bagus dwch buat adek ku yg atu nehh
ngmg2 sapa nich mujahidnya…he…
siapa ya…maunya si nicolas saputra..tapi sayang dia bukan mujahid…hihi…
uda ketemu belum mujahid nya???
udah donk….hehehehe
belon dink ^_^