Being 20-something is Hard
“Sara…itulah hidup.Hidup itu ngak ada yang ideal.Kita nggak bisa dapetin semua yang kita mau. Kamu ingin nikah dengan Radit, tapi nggak bisa kan? Aku juga inginnya nikah sama orang yang cinta sama aku,tapi ternyata nggak bisa juga! Its just part of God’s Plans. Manusia hanya tinggal terima jalan hidupnya – Dan di sinilah jalan hidup kamu,menikah denganku – orang yang belum bisa kamu cintai! Tapi disitulah intinya hidup, semua orang harus bisa menerima kekurangan dari hidup sebagai suatu berkah, dimana di situ ada proses belajar. Belajar beradaptasi,belajar untuk lebih bijaksana,sabar, menggunakan logika dan lain sebagainya.”
Itulah sepenggal nasehat yang di lontarkan Denise kepada Sara dalam “Being 20-something is Hard” nya Dewi Pravitasari. Jujur,membaca novel karya penulis yang satu ini nggak ada seru-serunya. Dari awal cerita sampai akhir, semuanya-datar-dan terkesan sinetron banget.
Sebelum membacanya saya memang berharap banyak dari novel ini. Maklum, di radio iklannya gencar banget, judulnya juga menarik! Tapi setelah melahap is buku, saya sedikit kecewa lantaran ga ada ide-ide “hebat” di dalamnya. Teori-teori dalam buku itupun bisa dibilang standar. Artinya semua orang, tanpa harus menjadi Dewi Pravitasari pun bisa mengatakannya. Anehnya lagi, tokoh sentral yang dielu-elukan dalam novel itu terkesan tidak berkarakter. Bisa dipastikan sedikit sekali dialog bermutu dari Sara,Radit ataupun Zani ( sebagai lakon utama dalam cerita itu.)
Namun begitu masih agak lumayanlah, di akhir cerita Dewi mengorbitkan tokoh Denise yang sedikit mengobati kekecewaan saya.Denise merupakan tokoh pelengkap yang justru diciptakan mampu mengucapkan pesan hebat.
Yah..begitulah akhirnya Dewi berani menyuguhkan statement berbau religi. Meskipun lewat tokoh yang tidak begitu penting, Denise.

wah, aq br selesai baca buku ini sejam yg lalu..
tp kek nya minakotoko msh lum nangkap yah pesan yg hendak disampaikan penulis…
btw, saya sbg laki2 yg diwanti ama adek saya yg perempuan utk g baca buku ini, tp mumpung dr siang dia ke tana abang ma ortu, semaptin deh baca buku ini, dan saya byk bercermin sepanjang saya membaca perjalanan ksiah sara.
memang pesan moral yg ada di buku itu bisa dilontar kan oleh siapa saja, tp apakah pernah ada yg benar2 mengatakannya kpd anda?
spt yg penulus sampaikan di dalam ceritanya, semua nya relatif utk semua org krn perspektif yg berbeda cenderung menggoyahkan objektivitas kita dalam memandang sesuatu, bkn begitu?
Huhuhu, iya kali ya.
jadi ga bisa nangkep “pesan moral” yang ada.
sebelum baca, aku emang uda sinis duluan ama pose pengarangnya
But Its oke, Trims uda comment.
Meet and Greet
Bareng Penulis :
“Being 20 Something is Hard”
(Dewi Pravitasari)
29 March 2008
jam 15.00 wib
Gramedia Depok
Don’t Miss it…….
huhuhu meet and greet bareng Dewi???
Ga banget deh…
Wahh, aku dah bli buku ini n belum sempat baca. Klo diliat dari kovernya sih kayaknya inspiring banget. Semoga gak seburuk komen-komen diatas.
Yups bener begete, covernya inspiring N keliatan lux.
sayangnya di sampul belakang ada pose mbak Dewi yang menantang. So…langsung ill feel deh. (*ga ding cuma geli aja*)